Blog

Archive for August, 2010


Pentingnya Memiliki Impian…

Posted by: Awie  /  Tags: , , , ,

Pada suatu hari, 3 orang budak yang juga sahabat karib menemukan sebuah lampu ketika sedang bekerja keras menggali pasir di sungai. Lampu tersebut kelihatannya sangat bagus dan antik, dan ketika mereka sedang membersihkan lampu tersebut, tiba tiba keluar asap dan muncullah seorang  jin, rupanya tanpa disengaja mereka membebaskan seorang jin yang sudah terkurung ribuan tahun lamanya di dalam lampu tersebut.

Untuk menunjukkan rasa terimakasihnya, sang jin berjanji akan memenuhi masing masing satu permintaan dari ketiga sahabat karib tersebut sebelum pergi meninggalkan mereka.

Karena memiliki impian sejak kecil untuk menjadi seorang pangeran yang tampan dan tinggal di istana yang megah, budak yang pertama pun mengajukan permintaanya kepada sang jin dan WUSSS… seketika dia berubah menjadi seorang pangeran yang tampan dan kaya raya.

Melihat permintaan temannya dikabulkan dengan mudah, budak yang kedua pun cepat cepat mengutarakan impiannya, yaitu ingin menjadi seorang cendekiawan yang pintar dan terkenal. Dan WUSSS…. sama seperti temannya yang pertama, seketika dia berubah dari budak menjadi seorang cendekiawan yang sangat dihormati oleh semua orang.

Sekarang tiba giliran budak yang ketiga untuk mengajukan permintaan terakhir sebelum sang jin pergi, rupanya selama ini dia tidak memiliki impian karena menurutnya impian itu hanyalah angan angan yang tidak mungkin tercapai… jadi… ketika melihat semua sahabat karibnya sudah berubah dari budak menjadi pangeran dan cendekiawan, saking paniknya diapun mengajukan permintaan… yaitu… dia meminta….. meminta…………  supaya kedua temannya…… diubah kembali menjadi budak… supaya dia tidak kehilangan kedua sahabatnya… dan WUSSS… seketika kedua temannya pun berubah kembali menjadi budak yang harus kembali bekerja keras setiap hari…!!!

Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga sering bertemu dengan orang yang memiliki sikap mental seperti budak yang ketiga? Orang yang tidak memiliki impian dan selalu hidup dalam penjara mentalnya sehingga mensia-siakan hidupnya dan bahkan terkadang mensia-siakan hidup orang yang dikasihinya? Atau bahkan mungkin saja anda sendiri masih berada dalam penjara mental anda? Jika ya, bukankah sekarang sudah saatnya untuk keluar dari penjara mental anda…???

Berikut ini tips yang bisa anda praktekkan dari cerita diatas:

  1. Milikilah impian dalam hidup anda, buatlah daftar minimal 100 hal yang ingin anda lakukan sebelum anda meninggal, susun menurut prioritas, kemudian ambillah satu dari daftar teratas, pikirkan bagaimana caranya untuk mencapainya dan take action, sesudah tercapai, ambillah yang berikutnya dst.
  2. Ikuti motto “Rencanakan Impian anda seolah olah anda akan hidup selamanya… dan kejarlah Impian anda seolah olah anda hanya bisa hidup sampai besok saja…!!!
  3. Apapun komentar yang dikatakan oleh orang orang disekeliling anda, kalau anda sudah memutuskan, tetaplah fokus pada impian dan sasaran hidup anda, jangan biarkan “budak ketiga” mencuri impian anda.

Dengan tidak memiliki Impian Sendiri dalam hidup…
Bukan berarti Anda tidak pernah mewujudkan Impian…
Yang sering terjadi adalah…
Anda Mewujudkan Impian Orang Lain…!!!

Sukses Tanpa Batas…!!!

Salam TURBO
Awie Suwandi
The Mental Coach
0878 83 777 766

Waktu – Salah satu resource kita yang paling berharga…

Posted by: Awie  /  Tags: , , , , , ,

Sering sekali kita mendengar orang mengatakan “Time is Money”, sekilas sepertinya sangat masuk akal, tapi kalau kita pikirkan lebih lanjut, sebenarnya keyakinan tersebut agak rancu karena nilai dari waktu sama sekali tidak bisa kita samakan dengan nilai uang, karena waktu itu jauh lebih berharga daripada uang. “Kok bisa…?”

Logikanya seperti ini, seandainya semua uang yang anda miliki habis terpakai, anda masih bisa mencarinya lagi, tapi begitu waktu dalam hidup anda sudah dihabiskan, anda tidak akan bisa mendapatkannya kembali, dengan cara apapun!!!

Mungkin saja anda lalu akan berpikir “kalau begitu kita harus hemat dalam pemakaian waktu seperti halnya kita berhemat ketika menggunakan uang”.  Dan kembali hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena yang namanya waktu itu berjalan terus tanpa bisa dihentikan maupun diperlambat, tidak peduli apakah kita sedang melakukan sebuah kegiatan atau tidak, apakah kita sedang tidur atau sedang bekerja, waktu berjalan terus tanpa bisa dihentikan.

Jadi satu satunya hal yang bisa kita lakukan hanyalah mengalokasikan pemakaian waktu secara cerdik, yaitu hanya untuk hal hal yang bermanfaat sehingga waktu dalam hidup kita yang relatif singkat tidak habis terpakai secara sia sia. Bagaimana dengan anda? Apakah anda menggunakan waktu anda secara smart?

Betapa sedikitnya waktu yang kita miliki

Kaya atau miskin, setiap orang hanya diberikan 24 jam sehari, tidak kurang dan tidak lebih. Itulah modal paling beharga yang diberikan Tuhan kepada kita selain kesehatan yang baik, dan apakah seseorang nantinya akan sukses atau tidak, puas dengan hidupnya atau tidak, dan bahagia atau tidak, semuanya tergantung kepada bagaimana caranya mereka menghabiskan waktu yang relatif sedikit itu.

Waktu kita memang sangat terbatas sekali, dari waktu 24 jam yang kita miliki, kira kira 1/3 nya sudah kita habiskan untuk tidur, kemudian, sebagian besar dari kita menukarkan waktu yang 1/3 nya lagi dengan uang alias bekerja atau berbisnis. Yang tersisa hanyalah 1/3 lagi yang harus dikurangi dengan waktu yang kita habiskan untuk pekerjaan rutin seperti bersih bersih, mandi, makan, berpakaian, ngantri di jalanan yang macet, sehingga yang tersisa hanyalah sedikit saja waktu yang masih bisa kita gunakan, misalnya untuk mengejar impian kita, untuk keluarga, untuk menikmati hobi, untuk bersosialisasi, untuk mengembangkan diri kita baik secara mental maupun secara spiritual dan membantu sesama.

Nah, bagaimana caranya kita mengakali hal tersebut? Atau kita harus pasrah & menerima keadaan ini sebagai sebuah kondisi sudah diluar kontrol & kemampuan kita?

Hukum Paretto (80-20)

Dari hasil survey seorang ekonom asal Italia yang bernama Vilfredo Pareto, rupanya 80% dari total pendapatan di Italia di berada ditangan 20% penduduk Italia, dan ketika dilakukan survey pada negara lain, ternyata pola distribusi yang 80%-20% juga berlaku dimana saja.

Dan pola distribusi tersebut tidak hanya berlaku pada pendapatan penduduk sebuah negara, tetapi juga berlaku dalam bidang lain, misalnya 80% dari omset penjualan sebuah perusahaan dihasilkan oleh 20% dari salesperson, dan Microsoft juga menemukan bahwa hanya mengatasi 20% dari bugs yang dilaporkan, 80% dari user Windows tidak akan mengalami masalah bugs lagi.

Dan distribusi hukum Pareto juga menunjukkan, bahwa 80 % dari hasil kerja yang kita dapatkan merupakan output dari 20% aktifitas yang kita lakukan, sisanya yang 20% itu merupakan output dari 80% pekerjaan.

Jadi strategi untuk menggunakan waktu secara smart adalah sebagai berikut, kita fokus dan disiplinkan diri untuk hanya melakukan 20% aktifitas yang bisa memberikan 80% output, sisanya tidak boleh dikerjakan atau didelegasikan ke orang lain!!!

Dengan demikian kita bisa meningkatkan dengan drastis produktifitas kita, dan dengan meningkatnya produktifitas kita, waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan baik menjadi lebih singkat, sehingga tersisa lebih banyak waktu luang yang bisa kita gunakan untuk hal hal lain dalam hidup kita seperti berlibur dengan keluarga, menikmati hobi, mengejar impian, mengembangkan potensi diri dll yang juga penting dalam hidup kita yang relatif singkat ini.

Anthonny Robbins mengatakan, sukses dalam hidup ini tidak hanya dinilai dari apa yang anda capai atau miliki, melainkan juga menjadi orang yang seperti apakah anda, dan apa yang anda kontribusikan kepada sesama…

Jadi, walaupun kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan segala hal, sebenarnya kita masih memiliki cukup waktu untuk melakukan hal hal terpenting dalam hidup kita.

Action Plan:

Berikut ini tips & ide yang bisa anda gunakan untuk menerapkan prinsip diatas dalam hidup dan pekerjaan anda:
1. Biasakan melakukan perencanaan sebelum memulai hari anda (malam atau pagi hari).
2. Tuliskan kegiatan apa yang akan anda lakukan.
3. Susunlah kegiatan tersebut sesuai dengan prioritas.
a. A – Amat penting (penting dan mendesak), misalnya janji meeting dengan calon prospek anda.
b. B – Bisa tunggu (penting tapi tidak mendesak), misalnya mengirimkan proposal kepda prospek anda.
c. C – Cuma dikerjakan jika ada waktu (tidak penting tapi mendesak), misalnya membalas telefon dari teman, yang dimaksud tidak penting adalah kalau tidak dikerjakan, tidak akan menimbulkan dampak yang serius bagi kita, sering sekali sebuah aktifitas kelihatan mendesak tapi sebenarnya tidak penting sama sekali.
d. D – Delegasikan ke orang lain, misalnya tugas tugas rutin seperti mengetik dll.
4. E – Eliminasi atau yang tidak boleh dikerjakan (tidak penting dan tidak mendesak), misalnya nonton sinetron.
5. Disiplinkan diri untuk segera menyelesaikan aktifitas dengan prioritas A, sesudah semua tugas dengan prioritas A selesai dikerjakan, barulah mulai mengerjakan tugas dengan prioritas B, prioritas C hanya dikerjakan jika anda masih memiliki sisa waktu.
6. Delegasikan /outsource pekerjaan dengan prioritas D kepada orang lain dan disiplinkan diri anda untuk tidak mengerjakan tugas dengan prioritas E, kecuali anda menjadikannya sebagai hobi.
7. Buatlah daftar perencanaan untuk hari ini, besok, minggu ini, minggu depan, bulan ini, bulan depan, 6 bulan kedepan, tahun ini, tahun depan, 5 tahun kedepan, susunlah semua kegiatan dan kerjakan sesuai dengan prioritas.
8. Sebelum memulai sebuah kegiatan, bertanyalah kepada diri sendiri “Apakah ini adalah penggunaan waktu yang terbaik dari saya?”, “Apakah kegiatan ini membuat saya lebih dekat lagi ke impian dan tujuan hidup saya?” dan “Apakah ada dampak negatif jika saya tidak mengerjakannya sama sekali?”, jika salah satu jawabannya adalah tidak, maka hentikan aktifitas tersebut dan lakukkanlah kegiatan lain yang bisa memberikan anda jawaban ya.

Waktu kita sangat terbatas…
Kita tidak bisa Melakukan Semua Hal…
Tapi kita masih bisa melakukan Hal Hal Yang Penting Dalam Hidup…!!!

Sukses Tanpa Batas…!!!

Salam TURBO
Awie Suwandi
The Mental Coach
0878 83 777 766

Perubahan Pasti Datang… Dan Dengan CEPAT…!!!

Posted by: Awie  /  Tags: , , , , , , ,

Pada tahun 1955, Prof. Albert Eistein sedang memberikan ujian dalam mata kuliah fisika kepada mahasiswanya. Asistennya pada saat itu memperhatikan bahwa ternyata Albert Einstein memberikan soal ujian yang persis sama dengan soal ujian yang pernah diberikan 1 tahun sebelumnya.

Karena penasaran, seusai ujian sang asisten bertanya “Prof, tahukah anda bahwa soal yang anda berikan tadi sudah pernah anda berikan tahun kemaren?”.

“Saya tahu…” jawab Einsten.

Sang asisten menjadi semakin penasaran dan bertanya lagi “Tapi kenapa anda bisa memberikan materi ujian yang persis sama selama 2 tahun berturut turut?”.

Dengan kalem Einstein menjawab ”Karena jawabannya sudah berbeda…!!!”.

Kenapa? Karena pada saat itu ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, terutama dalam bidang fisika, sehingga dalam kurun waktu 1 tahun saja sudah terjadi banyak perubahan dan banyak sekali teori yang sudah tidak berlaku lagi. Akibatnya, para mahasiswa yang tidak mengikuti perkembangan akan memberi jawaban yang semuanya salah.

Demikan juga halnya di era informasi dan globalisasi ini, era dimana teknologi komunikasi manusia sudah demikian maju sehingga informasi bisa dikirim dan disebarluaskan keseluruh dunia hanya dalam hitungan detik melalui internet, telefon, siaran radio, tv dll sehingga hanya dalam hitungan bulan, hari dan bahkan terkadang dalam hitungan jam, sebuah ide, produk, strategi dan rencana menjadi usang dan tidak cocok lagi untuk digunakan.

Kita bisa mengambil contoh teknologi video kaset VHS yang menjadi usang sejak ditemukan teknologi  VCD & DVD, atau perusahaan layanan pager yang tutup karena munculnya teknologi handphone, atau juga perubahan secara besar besaran dalam ekonomi global akibat resesi yang datangnya tidak terduga, sehingga banyak sekali terjadi PHK karena banyak perusahaan besar dan terkenal yang bangkrut.

Lalu bagaimana caranya mengantisipasi perubahan yang cepat seperti ini?

Ada sebuah premis dalam NLP yang mengatakan, ”Di dalam sebuah sistem, siapa yang paling fleksibel, dialah yang menguasai sistim tersebut”.

Oleh karena itu, untuk menjaga supaya kita tetap produktif dan mampu bersaing dibawah kondisi yang berubah cepat, dibutuhkan fleksibilitas tinggi dan kemampuan belajar yang cepat.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda cukup fleksibel dan selalu siap untuk mengantisipasi perubahan dengan  cepat?

Action Tips:

Berikut ini tips yang bisa anda terapkan untuk untuk mempertahankan fleksibilitas yang tinggi sehingga anda bisa mengantisipasi perubahan dengan cepat dan efektif:

  1. Mempertahankan sikap mental yang terbuka serta mau menerima ide dan pemikiran baru.
  2. Jadikan proses belajar itu aktivitas yang dilakukan seumur hidup karena yang namanya belajar itu bukan hanya dilakukan di sekolah atau di universitas saja, tapi di dalam hidup sehari hari kitapun belajar.
  3. Investasikan sebagian dari penghasilan dan waktu anda untuk membaca buku dan mengikuti seminar, dengan demikian anda memperluas wawasan anda, semakian luas wawasan anda, pilihan yang ada miliki semakin banyak dan semakin banyak pilihan yang anda miliki, maka anda menjadi semakin fleksibel  dan semakin efektif dalam mengantisipasi perubahan yang cepat.
  4. Kembangkan kemampuan belajar cepat dari setiap peristiwa yang anda alami dan dari setiap orang yang anda jumpai. Jika anda senantiasa mempertahankan pikiran yang terbuka, selalu ada saja ada sesuatu yang bisa anda gali dan pelajari dari setiap orang yang anda jumpai, misalnya belajar dari keberhasilan mereka, ide idenya, pengalamannya, pengetahuannya, strateginya, keyakinan dan nilai nilainya, bahkan andapun masih bisa mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan mereka.
  5. Periksa kembali perencanaan dan goal anda secara rutin, tanyakan pada diri anda, apakah goal saya masih berlaku? Atau saya harus set goal yang baru untuk disesuaikan dengan perubahan kondisi? Ujilah juga strategi anda dengan bertanya, strategi  mana yang masih efektif?  Mana yang tidak efektif lagi? Dan apakah strategi yang sekarang saya gunakan sudah yang terbaik untuk saat ini? Atau ada cara lain yang lebih efektif lagi?
  6. Melatih fleksibilitas dan memperluas wawasan anda dengan munculkan kebiasaan untuk melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut pandang yang berbeda, misalnya mampu melihat dari kacamata orang kedua yang terlibat (lawan bicara), kemudian dari sudut pandang orang ketiga (pengamat yang tidak berhubungan langsung), kemudian dari sudut pandang masyarakat dan lingkungan kita (norma2, tradisi dan kebudayaan), kemudian dari sudut pandang secara global dan dari sudut pandang alam semesta, ajukan pertanyaan, seandainya saya berada di salah satu posisi yang disebut diatas, dan seandainya saya sudah meninggal, apa pendapat saya tentang peristiwa tersebut? Apa yang saya lihat? Apa yang saya dengar? Apa yang saya rasakan dan apa yang saya pikirkan?
  7. Jika anda melakukan kesalahan, gunakan kata kata ajaib “Saya melakukan kesalahan” atau “Saya berubah pikiran”. Jadi jujur dan akuilah bahwa anda melakukan kesalahan, kemudian pikirkan bagaimana caranya untuk keluar secepat mungkin dari kondisi tersebut dan bagaimana caranya memperbaiki serta meminimalkan kerugian yang muncul dari kesalahan yang terjadi, itu lebih bermanfaat daripada anda menghabiskan energi dan waktu untuk mencari alasan & pembenaran. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, yang membedakan orang sukses dari orang yang gagal adalah orang sukses mau mengakui dan belajar dari kesalahannya. Sejarah membuktikan bahwa banyak sekali penderitaan dan kerugian yang bisa dihindari jika oknum yang bersangkutan tidak berusaha mempertahankan egonya dengan berusaha menutupi, mencari kambing hitam atau mencari pembenaran atas kesalahan yang terjadi.

Yang Namanya Perubahan Tidak Bisa kita cegah…
Tapi Masih Bisa kita Antisipasi dan bahkan bisa kita Pengaruhi…!!!

Sukses Tanpa Batas…!!!

Salam TURBO
Awie Suwandi
The Mental Coach
0878 83 777 766

Aplikasi The Law Of Attraction (LOA) dalam Goal Setting

Posted by: Awie  /  Tags: , , , , , , , , , ,

Sejak LOA di dipopulerkan dalam film “The Secret”, prinsip tersebut mendapat respons yang luar biasa dimana mana, bahkan prinsip ini menjadi topik favorit yang banyak dibahas dalam seminar dan workshop. Meskipun banyak yang setuju, yang tidak setuju juga banyak, terutama orang orang yang sudah menerapkannya tapi sampai sekarang masih belum membuahkan hasil. Kenapa prinsip tersebut bekerja pada orang tertentu dan tidak efektif pada yang lainnya? Apakah prinsip tersebut benar benar bekerja? Dan seberapa efektifkah prinsip tersebut untuk diterapkan dalam goal setting?

Prinsip LOA mengajarkan menentukan apa yang kita kehendaki untuk (orientasi solusi), set goal, kemudian membayangkan kondisi seolah olah kita sudah mencapai goal tersebut, kemudian yakin bahwa kita pasti mencapainya, dan menunggu hasilnya tanpa ngotot. Menurut pendapat saya secara pribadi, ini hanya menjelaskan sebagian kecil dari sebuah sebuah proses yang lebih kompleks, karena:

  1. LOA adalah salah satu dari sekian banyak Universal Laws yang bekerjanya saling mendukung, jadi sebenarnya LOA tidak bekerja sendirian, melainkan bersinergi Universal Laws yang lain seperti The Law of Giving & Abundance, The Law of Least Effort, The Law of Cause Effect dll.
  2. Dalam Hypnotherapy, ada sebuah metoda yang disebut dengan parts therapy dengan keyakinan bahwa bawah sadar kita terdiri dari bagian bagian kecil (disebut parts) yang masing masing memiliki tujuan dan tugas masing masing, parts parts tersebut kerjanya bisa saling mendukung, juga bisa saling bertentangan, jika parts kecil ini bekerjanya saling bertentangan, maka yang satu akan men sabotage yang lainnya sehingga memunculkan hambatan hambatan pada level bawah sadar yang sering sekali tidak kita sadari. Dengan pendekatan ini, kita bisa melihat goal kita sebagai sebuah parts, demikian pula values, visi & misi hidup kita, bisa juga dianggap sebagai parts lain yang kerjanya harus sinkron dan searah dengan tujuan goal kita, jika tidak, maka semuanya malah akan saling menghambat satu sama lain sehingga memunculkan sebuah hambatan yang sering juga disebut dengan mental blocks.
  3. Selain goal yang saling bertentangan dengan values, visi & misi hidup kita, mental blocks juga bisa disebabkan oleh keyakinan yang muncul dari trauma pengalaman negatif dan pengkondisian pada masa kecil, sehingga muncul hambatan hambatan lain yang bisa kita kenali sebagai limiting beliefs, limiting fears dan citra diri yang negatif.

Jadi, ketiga faktor tersebut diatas, terutama poin 2 & 3, bisa saja menjadi penyebab kenapa pada beberapa orang tertentu, prinsip LOA yang dipraktekkan tidak memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Action Plan:

Berikut ini ada beberapa ide yang bisa anda lakukan untuk merapkan LOA dengan lebih efektif:

  1. Ketika anda mempraktekkan LOA, pastikan goal anda sinkron atau kongruen dengan values, visi & misi hidup anda, hal ini bisa anda capai dengan melakukan perencanaan strategis yang detil dengan mengikut sertakan values, visi & misi hidup anda didalamnya.
  2. Hilangkan hambatan berupa mental blocks dengan mengenali limiting beliefs & limiting fears anda, lakukanlah introspeksi dan analisa diri secara rutin untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan tersebut.
  3. Anda bisa belajar cara mengatasi mental blocks dengan efektif dalam workshop saya yang berjudul “Break & Turn Mental Blocks Into Power”.

Sukses Tanpa Batas…!!!

Salam TURBO
Awie Suwandi
The Mental Coach
0878 83 777 766

3 Tipe Prospek yang bisa dikenali dalam Prospecting

Posted by: admin  /  Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Dalam prospecting, ada tiga tipe prospek yang bisa kita kenali sesuai dengan kebutuhannya, dan masing masing tipe membutuhkan pendekatan yang berbeda beda.

  • Prospek yang sadar atas masalahnya dan tahu solusi yang dibutuhkan.

Biasanya tipe prospek ini akan langsung bertanya kepada Salesperson “Saya butuh X… apakah anda memilikinya?”.

Jika seorang salesperson memiliki solusi yang dibutuhkan, maka proses selling menjadi mudah dan waktu yang dibutuhkan untuk closing menjadi minimal.

Masalah akan muncul jika salesperson tidak memiliki apa yang sedang dicari oleh prospek, dalam hal ini maka salesperson harus bisa mencarikan alternatif yang dimiliki dan harus bisa menyakinkan prospek bahwa alternatif yang ditawarkan ini minimal sama bagusnya atau bahkan lebih bagus daripada yang dicari prospek.

  • Prospek yang sadar atas masalah dan sedang mencari solusi yang tepat.

Tipe prospek ini sudah tahu masalah yang dihadapinya, tapi masih belum memiliki solusinya.  Dalam hal ini seorang salesperson akan memberikan solusi yang cocok untuk permasalahan tersebut berupa produk atau jasa yang ditawarkan.

Terkadang prospek sudah tahu tentang masalah yang dihadapinya, tapi masih merasa tidak perlu mengambil tindakan. Sebagai seorang Salesperson, kita harus tahu bagaimana caranya memperbesar rasa sakit yang timbul dari masalah tersebut sehingga memunculkan kebutuhan dalam diri prospek untuk segera mencari solusinya. Begitu muncul kebutuhan untuk ‘take action’ barulah salesperson menawarkan solusinya.

  • Prospek yang masih belum sadar atas masalahnya.

Terkadang prospek sama sekali tidak sadar bahwa mereka memiliki masalah yang harus diatasi. Sebagai seorang Salesperson, kita harus bisa mengenali dan menyakinkan prospek atas potensi masalah tersebut , disamping itu sales person juga bisa memotivasi prospek untuk mengambil tindakan yang mengarah pada penjualan.

Dua Strategi Selling

Poin-poin di atas mengarah ke dua jenis stategi penjualan:

  • Selling dengan memecahkan sebuah masalah.

Fokus dari pendekatan ini adalah selling menawarkan solusi atas masalah yang sudah disadari oleh prospek berupa produk yang ditawarkan oleh salesperson.

  • Selling dengan mengidentifikasi atau menciptakan sebuah masalah.

Fokus dari strategi ini adalah meyakinkan prospek bahwa mereka memiliki masalah ini, kemudian memotivasi prospek untuk mencari solusinya yang berupa produk yang akan ditawarkan oleh salesperson. Dan ini membutuhkan keterampilan berkomunikasi dan  persuasi yang efektif dari salesperson.

Sukses Tanpa Batas…!!!

Salam TURBO
Awie Suwandi
The Mental Coach
0878 83 777 766