Sejak LOA di dipopulerkan dalam film “The Secret”, prinsip tersebut mendapat respons yang luar biasa dimana mana, bahkan prinsip ini menjadi topik favorit yang banyak dibahas dalam seminar dan workshop. Meskipun banyak yang setuju, yang tidak setuju juga banyak, terutama orang orang yang sudah menerapkannya tapi sampai sekarang masih belum membuahkan hasil. Kenapa prinsip tersebut bekerja pada orang tertentu dan tidak efektif pada yang lainnya? Apakah prinsip tersebut benar benar bekerja? Dan seberapa efektifkah prinsip tersebut untuk diterapkan dalam goal setting?
Prinsip LOA mengajarkan menentukan apa yang kita kehendaki untuk (orientasi solusi), set goal, kemudian membayangkan kondisi seolah olah kita sudah mencapai goal tersebut, kemudian yakin bahwa kita pasti mencapainya, dan menunggu hasilnya tanpa ngotot. Menurut pendapat saya secara pribadi, ini hanya menjelaskan sebagian kecil dari sebuah sebuah proses yang lebih kompleks, karena:
- LOA adalah salah satu dari sekian banyak Universal Laws yang bekerjanya saling mendukung, jadi sebenarnya LOA tidak bekerja sendirian, melainkan bersinergi Universal Laws yang lain seperti The Law of Giving & Abundance, The Law of Least Effort, The Law of Cause Effect dll.
- Dalam Hypnotherapy, ada sebuah metoda yang disebut dengan parts therapy dengan keyakinan bahwa bawah sadar kita terdiri dari bagian bagian kecil (disebut parts) yang masing masing memiliki tujuan dan tugas masing masing, parts parts tersebut kerjanya bisa saling mendukung, juga bisa saling bertentangan, jika parts kecil ini bekerjanya saling bertentangan, maka yang satu akan men sabotage yang lainnya sehingga memunculkan hambatan hambatan pada level bawah sadar yang sering sekali tidak kita sadari.
Dengan pendekatan ini, kita bisa melihat goal kita sebagai sebuah parts, demikian pula values, visi & misi hidup kita, bisa juga dianggap sebagai parts lain yang kerjanya harus sinkron dan searah dengan tujuan goal kita, jika tidak, maka semuanya malah akan saling menghambat satu sama lain sehingga memunculkan sebuah hambatan yang sering juga disebut dengan mental blocks.
- Selain goal yang saling bertentangan dengan values, visi & misi hidup kita, mental blocks juga bisa disebabkan oleh keyakinan yang muncul dari trauma pengalaman negatif dan pengkondisian pada masa kecil, sehingga muncul hambatan hambatan lain yang bisa kita kenali sebagai limiting beliefs, limiting fears dan citra diri yang negatif.
Jadi, ketiga faktor tersebut diatas, terutama poin 2 & 3, bisa saja menjadi penyebab kenapa pada beberapa orang tertentu, prinsip LOA yang dipraktekkan tidak memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Action Plan:
Berikut ini ada beberapa ide yang bisa anda lakukan untuk merapkan LOA dengan lebih efektif:
- Ketika anda mempraktekkan LOA, pastikan goal anda sinkron atau kongruen dengan values, visi & misi hidup anda, hal ini bisa anda capai dengan melakukan perencanaan strategis yang detil dengan mengikut sertakan values, visi & misi hidup anda didalamnya.
- Hilangkan hambatan berupa mental blocks dengan mengenali limiting beliefs & limiting fears anda, lakukanlah introspeksi dan analisa diri secara rutin untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan tersebut.
- Anda bisa belajar cara mengatasi mental blocks dengan efektif dalam workshop saya yang berjudul “Break & Turn Mental Blocks Into Power”.
Sukses Luar Biasa…!!!
Salam TURBO
Awie Suwandi
Mental Coach
