Pada suatu hari, 2 sahabat karib Edvan dan Nubie sedang berjalan santai sepanjang sungai sambil menikmati suasana liburan disebuah taman. Kebetulan Edvan ini adalah seorang terapis dan Nubie adalah seorang polisi.
Tiba tiba mereka mendengar jeritan minta tolong, rupanya ada orang yang terjatuh kedalam sungai. Dengan sigap Nubie sang polisi terjun kesungai dan berenang menyelamatkan orang tersebut.
Sesudah menolong orang yang hampir mati tenggelam, mereka melanjutkan perjalanan, namum belum 200 meter mereka berjalan, kembali lagi mereka mendengar teriakan minta tolong, dan seperti tadi Nubie kembali terjun ke sungai dan membawanya ketepi.
Anehnya, belum lagi 300 meter mereka melanjutkan perjalanan, kembali ada orang yang kecebur kedalam sungai sehingga Nubie harus menolongnya lagi untuk yang ketiga kalinya… kemudian untuk yang keempat kali… kelima… keenam… tujuh… delapan… sembilan… sepuluh…
Sesudah menyelamatkan orang kesepuluh dari dalam air, dengan capeknya Nubie mengeluh kepada temannya, ”Aneh… kok hari ini banyak orang yang kecebur kedalam air… saat ini saya sendirian dan sudah kehabisan tenaga… kalau kondisi ini berulang terus, saya tidak yakin apakah masih bisa menolong mereka… saya sudah kehabisan akal… jadi menurut kamu… apa yang bisa kita lakukan sekarang?”
Edvan berpikir sebentar kemudain menjawab… “Mudah saja… kamu bisa berlari cepat kedepan… dan tangkap penjahat yang mendorong mereka jatuh kedalam sungai… serta membubarkan kerumunan orang orang yang datang menonton dan berdiri terlalu dekat ke pinggiran sungai”
Hal yang serupa juga sering terjadi dalam konteks terapi, terutama ketika seorang pemula memberikan terapi melalui menggunakan pendekatan direct suggestion dengan berbekal script yang banyak ditawarkan dibuku dan di internet.
Sama seperti Nubie sang polisi, yang di atasi hanyalah keluhan klien saja, dan selama penyebab masalah itu belum diselesaikan, biasanya masalah klien akan kembali muncul, atau muncul dalam bentuk lain.
Untuk mengatasi masalah ini maka orang mulai mengkombinasikan metoda psikoterapi lain dengan hypnosis, yaitu metoda psikoanalisa (age regression & hypnoanalysis), desensitisasi dengan pemecahan kesadaran/dissosiasi (informed child, role play, silent abreaction dll), Gestalt Therapy (Forgiveness dengan Chair Therapy dll) dan lain lain dengan tujuan mencari dan menyelesaikan masalah klien pada sumbernya, atau untuk mengatasi konflik internal (parts therapy, ego state therapy dll).
Umumnya dengan strategi diatas, masalah klien sudah tuntas, namun pada kasus tertentu klien masih belum bisa benar benar berperilaku dan menjalani hidupnya secara normal. Nah Lho… kok bisa???
Hal ini disebabkan ada satu aspek lagi yang sering luput dari perhatian, yaitu “meta problem” klien yang tidak ditangani, meta problem adalah masalah yang muncul sebagai dampak dari sebuah masalah, yang kadang memunculkan meta problem baru lagi.
Saya akan memberi contoh dari sebuah meta problem dengan sebuah ilustrasi yang disederhanakan, misalnya pada seorang pasien yang fobia air, rasa takutnya pada air memunculkan kebiasaan jarang mandi dalam diri klien, dan kebiasaan jarang mandi ini akan memunculkan masalah baru dalam hidup sehari hari dan dalam interaksinya dengan lingkungannya, seperti menarik diri dari pergaulan, suka marah2, atau menjadi kurang pede akibat bau badan, terkadang jika fobia airnya saja yang dihilangkan, dan meta problemnya tidak diatasi, masalah klien masih benar benar tuntas.
Contoh diatas adalah meta problem yang jelas dan mudah dikenali, sering sekali seorang terapis bisa berhadapan meta problem yang tidak jelas terlihat sehingga luput dari perhatinan sang terapis, yang bahkan tidak disadari oleh klien sendiri.
Supaya masalah yang diselesaikan benar benar tuntas, tentu saja dibutuhkan pendekatan secara holistik dan klien centered, bukan hanya fokus pada bagian tertentu dari permasalahan pasien. Termasuk didalamnya pengawasan atau kontrol dalam jangka waktu tertentu.
Anda juga bisa mengkombinasikan terapi anda dengan metoda REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) untuk menemukan dan menyelesaikan meta problem klien yang ada, seperti yang saya lakukan dalam Turbo Hypnotherapy.
Jadi seandainya anda bertemu dengan rekan terapis yang mengatakan “Semua beres hanya dalam 1 sesi atau 15 menit saja…” mungkin ada manfaatnya anda balik bertanya “Yakin semua sudah tuntas…???”. Karena tujuan terapi adalah untuk membantu klien, bukan sebuah perlombaan atau untuk memecahkan rekor dunia…
Semoga bermanfaat…
Salam turbo
Awie Suwandi (0878 83 777 766)
Ketika kita belum berhasil…
Sering sekali kita diberi nasehat…
Berusahalah lebih keras lagi…
Padahal ada pilihan lain yang Patut Anda Pertimbangkan, yaitu…
“GUNAKAN CARA LAIN…!!!”