| January 21, 2012 | ||
| 9:00 am | to | 5:00 pm |
Rahasia Belajar Hipnotis Instant & Teknik Menghipnotis Cepat
Info & Daftar 021 32 777 766 & 021 91 777 766
SMS Hotline: 0813 85 777 766 & 0878 83 777 766

20
NOV
Posted by: Awie / Tags: awie suwandi, belajar hipnotis, clean language, coaching, hipnosis, hipnoterapi, hipnotis, hipnotis jakarta, hypnoselling, hypnosis, hypnosis kota kinabalu, hypnosis malaysia, hypnosis sabah, hypnotherapy, hypnotherapy kota kinabalu, hypnotherapy malaysia, hypnotherapy sabah, MindZetter, tranzworks, turbo hipnotis, turbo hypnotherapy
| January 21, 2012 | ||
| 9:00 am | to | 5:00 pm |
Rahasia Belajar Hipnotis Instant & Teknik Menghipnotis Cepat
Info & Daftar 021 32 777 766 & 021 91 777 766
SMS Hotline: 0813 85 777 766 & 0878 83 777 766

15
JUL
Posted by: Awie / Tags: awie suwandi, coaching, hipnosis, HipnoSport, HipnoSports, hipnoterapi, hipnotis, hipnotis jakarta, hypnotherapy, Mental Engineering, MindZetter, nlp, SHINE, Sports Hypnosis, tranzworks
Salah satu aplikasi turbo hipnotis yang sering saya ajarkan pada atlit adalah bagaimana caranya mengontrol “Arousal Level” atau “Level Stress” untuk tetap berada di Zona Optimal mereka (Peak Performance).
Menurut “Catastrophe Model” dari Fazey & Hardy, performance seorang atlit itu ditentukan oleh level stressnya, artinya ketika berada dalam sebuah pertandingan, jika level stress rendah, maka performance seorang atlit itu belum maksimal, seorang petinju akan kehilangan powernya jika arousal levelnya terlalu rendah.
Dilain pihak, jika arousal level seorang atlit terlalu tinggi, maka juga akan mengurangi performancenya, sang atlit menjadi emosi, susah konsentrasi dan bahkan menjadi panik.
Tergantung pada pressurenya, kurva performance itu bisa berbeda beda, pada pressure rendah sampai sedang (biasanya dalam latihan), kurvanya seperti huruf U yang terbalik (gbr 1.)
Tapi pada pressure tinggi, terutama ketika sedang bertanding, maka kurvanya berubah menjadi seperti ombak, yaitu dengan semakin tingginya stress atau arousal level, maka akan terjadi performance drop yang katastrophal, yang kalau menggunakan relaksasi biasa tidak akan kembali ke puncak performance nya (A), tapi hanya mencapai titik (B) saja.
Bagaimana caranya mengontrol arousal level sehingga para atlit bisa tetap berada di zona optimalnya? Untuk itu saya mengembangkan latihan mental yang dikombinasikan dengan Self Hypnosis S.H.I.N.E saya sebut dengan Mental Engineering, untuk artikel lain tentang HipnoSports, silahkan klik www.HipnoSports.com.
Salam turbo,
Awie Suwandi

20
JUN
Posted by: Awie / Tags: awie suwandi, belajar hipnotis, clean language, coaching, hipnoselling, hipnosis, hipnotis, hipnotis jakarta, hipnotis medan, hypnoselling, hypnosis, hypnosis medan, hypnotherapy, jualan, menjual, MindZetter, nlp, nlp selling, nueroselling, sales, selling, tranzworks, turbo hipnoselling, turbo neuroselling, turbo nlp skills
Di artikel sebelumnya sudah saya bahas 2 dari 6 stimulus yang bisa mengakses secara langsung ke Otak Reptil. Dan anda juga sudah tahu bahwa dengan menyesuaikan pendekatan dan pesan pada 6 stimulus ini anda bisa mempengaruhi proses pengambilan keputusan prospek yang terjadi di Otak Reptilnya.
Dalam artikel ini akan saya bahas stimulus stimulus lainnya.
Sekedar untuk mengulang, 6 stimulus tersebut adalah:
Stimulus dengan informasi yang bersifat konkret, nyata dan bisa diterima secara langsung oleh panca indera.
Supaya bisa memutuskan dengan cepat, Otak Reptil membutuhkan informasi yang sederhana, nyata dan yang diterima secara langsung oleh panca indera (bisa dilihat, didengar, dirasakan, dicium dan dicicipi), hal hal yang bersifat abstrak tidak bisa akan diproses oleh Otak Reptil, seperti kata kata abstrak ‘pendekatan yang terintergrasi’, ‘solusi fleksibel’ dan lain lain.
Untuk membuktikannya, kita akan melakukan sebuah eksperimen yang sederhana, sesudah anda membaca tiap kalimat dibawah ini, tutuplah mata anda dan lakukan imajinasi, bisa dalam bentuk gambar, suara ataupun perasaan, OK?
Dan sekarang…
Imajinasikan sebuah piano…
Imajinasikan sebuah pantai…
Imajinasikan seekor kodok…
(Mudah bukan?)
Dan sekarang…
Imajinasikan efisiensi sistem…
Imajinasikan motivasi kerja…
Imajinasikan profit perusahaan…
(kali ini susah bukan? Anda bahkan harus menggunakan contoh atau analogi untuk bisa melakukan imajinasi)
Demikian pula angka dan statsitik adalah sesuatu yang abstrak dan hanya bisa diproses oleh neokorteks, oleh karena itu angka dan statistik hanya efektif dipakai sebagai pendukung saja atau pembenaran prospek atas keputusan yang sudah mereka ambil.
Oleh karena itu, gunakanlah kata kata sederhana, sensory based dan kurangi kata kata abstrak dalam presentasi anda.
Stimulus yang merupakan awal dan akhir dari sebuah proses.
Berat otak manusia itu sekitar 2% dari berat badannya, tapi mengkonsumi 20% dari pasokan oksigen dan energi tubuh, hal ini membuat menjadikan otak sebagai organ yang paling boros energi.
Untuk mengatasi konsumsi energi yang sangat besar ini otak membatasi kerjanya dengan hanya fokus pada hal hal penting saja, yaitu hal hal yang berhubungan dengan tugasnya untuk mendeteksi bahaya. Caranya yaitu hanya memperhatikan perubahan atau kontras yang terjadi dilingkungan sekitarnya.
Ketika seseorang berada dalam sebuah lingkungan atau kondisi baru, maka otaknya akan berada dalam kondisi siaga sambil mendeteksi kemungkinan bahaya yang mengancam, dan sesudah beberapa saat kemudian, jika tidak ada perubahan kondisi atau tidak ada bahaya yang mengancam, maka otak akan menghemat energi dengan menurunkan tingkat kewaspadaannya sampai terjadi perubahan kondisi yang baru lagi.
Jadi otak hanya fokus pada awal dan akhir dari sebuah proses saja dan kerjanya mirip dengan program hemat energi dari sebuah komputer jinjing, jika sesudah 5 menit tidak digunakan, maka layar komputer akan padam, dan kalau sesudah 5 menit masih tidak ada aktifitas maka harddisk akan padam dan komputer akan masuk kedalam modus hibernasi.
Untuk memperlihatkan efek ini anda bisa membaca kalimat dibawah ini:
Mneruut peenliitan praa alhi, msekpiun huurf daalm sbeuah ktaa di aack, ktaa tresbeut maish bsia di bcaa dnegan mduah, asaalkn psoisi huurf pretmaa dan treakihr tiadk di uabh uabh kaerna keecndreugnan oatk ynag leibh fkous pdaa aawl dna ahkir drai seubah presos.
Jadi konsentrasi dan perhatian prospek adalah yang terbesar diawal dan diakhir presentasi. Banyak Salesperson yang melakukan kesalahan dan mengawali presentasi mereka dengan memberikan informasi tentang perusahaan yang mereka wakili disaat tingkat konsentrasi prospek sedang tinggi, padahal informasi tersebut tidak menarik bagi otak reptil sebagai pengambil keputusan, dan membahas tentang manfaat dari solusi yang ditawarkan ditengah presentasi, yaitu disaat konsentrasi prospek sudah menurun.
Supaya presentasi produk anda bisa memberikan dampak yang lebih efektif, maka dianjurkan untuk memulai presentasi anda dengan sesuatu yang menarik perhatian prospek berupa pertanyaan yang mem provokasi, sebuah cerita yang bersifat emosional atau masalah yang sedang dihadapi prospek, kemudian berikan gambaran umum tentang apa yang akan dibahas dalam bentuk poin poin penting seperti manfaat apa yang bisa dididapat oleh prospek anda di awal presentasi dan meringkasnya kembali untuk closing di akhir presentasi, yaitu disaat perhatian dan konsentrasi prospek masih tinggi.
Sementara informasi tentang perusahaan anda yang tidak menarik bagi otak reptil bisa anda sisipkan ditengah presentasi, karena efeknya hanya bersifat sebagai fakta pendukung dan nantinya untuk dijadikan pembenaran atas keputusan yang sudah diambil.
Anda juga bisa menggunakan efek Zeigarnik untuk membuat prospek menjadi penasaran dengan memberikan pertanyaan yang bisa memunculkan rasa ingin tahu prospek dan yang hanya akan anda jawab diakhir presentasi, sehingga rasa ingin tahu yang muncul akan mengurangi penurunan tingkat konsentrasi prospek selama presentasi.
Bagaimana dengan 2 stimulus otak lainnya? Akan saya bahas di artikel mendatang.
salam turbo,
Awie Suwandi

11
SEP
Posted by: Awie / Tags: coaching, inspirasi, motivasi, self coaching
Pada suatu sore saya dan teman teman sedang berada dalam perjalanan pulang ke kantor, dan seperti biasanya, ketika berhenti di lampu merah ada beberapa pengemis dan pengamen yang sedang beraksi, tiba tiba seorang dari teman saya si Umun nyeletuk “Dasar malas… ga mau kerja dan mau cari gampang saja…!”.
Dalam hati saya berpikir, benarkah apa yang dikatakan oleh teman saya si Umun? Apakah mereka itu malas? Dan apakah yang mereka lakukan itu sesuatu yang gampang?
Belum tentu!!! Coba saja kita lihat dari perspektif lain, ketika mereka ngemis atau ngamen, sebenarnya mereka termasuk juga bekerja, dan profesi mereka adalah sebagai pengemis atau sebagai pengamen.
Dan kalau kita perhatikan lagi, sebenarnya “jam kerja” mereka jauh lebih panjang, karena pagi pagi mereka sudah nongkrong di lampu merah, dan malam harinya mereka masih ada disana.
Juga kondisi kerja mereka itu berat dan tidak menyenangkan… kalau terik kepanasan… kalau hujan juga kedinginan… harus menghirup lagi debu dan asap knalpot.
Jadi bisa dikatakan mereka bekerja jauh lebih berat daripada orang lain. Dan untuk itu dibutuhkan ketangguhan diatas rata rata, mereka sudah terbiasa ditolak, dimaki dan bahkan terkadang diusir. Dan semuanya… hanya demi hasil yang tidak seberapa dan tidak sebanding dengan “kerja keras” yang mereka keluarkan.
Lalu kenapa masih banyak yang mau menjalankan “profesi” seperti ini? Padahal kalau “ketangguhan” yang mereka miliki digunakan di bidang lain, misalnya sebagai sales, mereka sudah pasti mendapatkan hasil yang jauh lebih besar… dan lebih bergengsi…!!!
Setelah saya telusuri, ternyata penyebabnya adalah “keyakinan” mereka, mereka rela menekuni semuanya karena yakin bahwa mengemis dan mengamen hanyalah satu satunya kegiatan yang bisa mereka lakukan dan juga yang mudah dilakukan tanpa harus “bekerja keras”.
Bukankah ini sebuah ironi? Karena tidak mau bekerja keras, akhirnya tanpa disadari mereka bekerja jauh lebih keras daripada yang lain, itupun dengan hasil yang tidak sepadan. Dan semuanya hanya gara gara sebuah keyakinan yang menghambat alias limiting beliefs.
Bagaimana dengan anda? Apakah dalam kegiatan sehari hari, pekerjaan dan bisnis anda juga memiliki limiting beliefs yang mirip? Dan jika ada, bukankah sudah saatnya untuk mengatasinya?
Action tips
Berikut ini ada tips yang bisa anda terapkan untk mengenali dan mengubah limiting beliefs:
Sering sekali kita membuat diri kita jadi repot…
Hanya Gara Gara Kita Tidak Mau Repot…!!!
Sukses Tanpa Batas…!!!
Salam TURBO
Awie Suwandi
The Mental Coach
0878 83 777 766

Suatu ketika, ada seorang murid Zen yang bertanya kepada gurunya, “Guru, saya sudah bertekad untuk mempelajari dan menguasai semua ilmu dari anda dengan serius, berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menguasainya dengan baik?”
Sang guru berpikir sebentar dan menjawab “Sepuluh tahun…”
Karena merasa sepuluh tahun terlalu lama, sang murid bertanya lagi, “seandainya saya berlatih lebih keras lagi dengan duabelas jam sehari bahkan lebih, kira kira berapa lama waktu yang saya butuhkan?”
Sang guru kembali berpikir sejenak, kemudian menjawab: “Duapuluh tahun…”
Kecenderungan Mencari Jalan pintas
Di zaman sekarang yang serba instant, kebanyakan orang cenderung untuk mencari jalan pintas dalam mencapai tujuannya, untuk itu mereka bersedia melakukan apa saja, bahkan ada yang sampai menggunakan cara yang berbau mistik atau klenik, sehingga akhirnya waktu dan tenaganya lebih banyak dihabiskan untuk mencari jalan pintas yang sebenarnya memang tidak pernah ada, waktu dan tenaga yang sangat berharga dan lebih bermanfaat kalau digunakan untuk mengerjakan hal hal positif yang bisa lebih mendekatkan dirinya ke arah sukses.
Hukum Efek Terbalik (The Law Of Reverse Effect)
Dalam hypnosis, ada salah satu hukum sugesti yang berbunyi: ”Semakin keras seseorang berusaha dalam melakukan sesuatu secara sadar, maka akan semakin susah untuk dilakukan”, karena cara otak merespons memang seperti itu, biasanya semakin kita ngotot dalam melakukan sesuatu, maka akan semakin susah untuk dilakukan. Hukum efek terbalik ini sering sekali digunakan dalam induksi, misalnya “semakin keras anda berusaha untuk melepaskan tangan anda, maka kedua tangan anda akan terkunci semakin kuat!”, dan hasilnya kedua tangan suyet (orang yang dihipnotis) akan menempel dan tidak bisa dipisahkan…
Hal ini menjelaskan kenapa justru ketika si murid berlatih lebih 12 jam sehari atau lebih (berarti ngotot), malah waktu yang dibutuhkan untuk berhasil menjadi 2 kali lebih lama.
Action Plan
Berikut ada langkah atau proses yang bisa anda terapkan dalam mencapai goal anda:
Jika anda termasuk orang yang kurang sabar…
Janganlah Mencari Jalan Pintas…
Karena dibutuhkan Ekstra Kesabaran untuk itu…
Sukses Tanpa Batas…!!!
Salam TURBO
Awie Suwandi
The Mental Coach
0878 83 777 766

copyright © awiesuwandi 2010
