Blog

Posts Tagged ‘hypnoselling’


Malaysia – Workshop Turbo Hipnotis

Posted by: Awie  /  Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

January 21, 2012
9:00 am to 5:00 pm

Rahasia Belajar Hipnotis Instant & Teknik Menghipnotis Cepat

Info & Daftar 021 32 777 766 & 021 91 777 766

SMS Hotline: 0813 85 777 766 & 0878 83 777 766

<Klik Disini Untk Info Detil>

[T E S T I M O N I]

[Turbo NeuroSelling] 9 Langkah Dalam Turbo NeuroSelling (2)

Posted by: Awie  /  Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Table of contents for 9 Langkah TNS

  1. [Turbo NeuroSelling] 9 Langkah Dalam Turbo NeuroSelling (1)
  2. [Turbo NeuroSelling] 9 Langkah Dalam Turbo NeuroSelling (2)
  3. Turbo NeuroSelling] 9 Langkah Dalam Turbo NeuroSelling (3)

Di artikel sebelumnya kita sudah membahas 3 dari 9 langkah dalam Turbo NeuroSelling, dalam artikel ini akan saya bahas 3 langkah lagi sebagai lanjutannya.

3.  Mengontrol Kondisi Emosional Prospek.

Ketika memulai sebuah small talk, anda bisa mulai menggunakan metoda hipnotis percakapan untuk mengontrol Kondisi Emosional Prospek.

Mengontrol Kondisi Emosional Prospek

Seperti yang sudah kita bahas di bab sebelumnya, 95% dari keputusan membeli customer anda dilakukan secara emosional dan terjadi pada level bawah sadar di otak reptil.

Oleh karena itu mampu mengontrol kondisi emosional prospek dan menggunakannya setiap saat ketika dibutuhkan bisa memberikan keunggulan kepada anda dibandingkan dengan kompetitor lain.

Dan ini bisa anda lakukan dengan cara mengkondisikan 2 Hot Button dalam diri prospek yang setiap saat bisa digunakan untuk memunculkan emosi positif dan emosi negatif prospek.

4. Memunculkan Kebutuhan dalam diri Prospek.

Banyak salesperson yang melakukan kesalahan dengan langsung menawarkan fitur dan keunggulan produknya dibandingkan dengan pesaing, karena dengan cara ini, meskipun prospek bisa diyakinkan dan setuju dengan keunggulan sebuah produk, tapi selama prospek tidak butuh, maka mereka tidak akan membeli.

Seperti yang sudah kita bahas di sebelumnya, fitur dan keunggulan produk anda adalah informasi yang diproses oleh neokorteks dan bukan otak retpil prospek anda. Otak reptil hanya tertarik dengan informasi yang berhubungan dengan diri prospek, yaitu manfaat apa yang bisa diperoleh prospek.

Kemudian ada juga Salesperson mencari masalah yang dialami oleh prospek dan menawarkan solusinya, strategi ini sudah lebih efektif daripada yang diatas, cuma terkadang rasa sakit yang muncul dari sebuah masalah masih kurang besar untuk memaksa prospek melakukan tindakan. Sama halnya seperti ketika anda menderita flu ringan, maka rasa sakit yang anda alami belum cukup besar untuk memaksa anda berobat ke dokter bukan? Lain halnya kalau anda deman dan tidak bisa bangun dari tempat tidur selama beberapa hari, maka barulah kondisi ini memaksa anda untuk berobat ke dokter.

Dengan kemampuan mengontrol kondisi emosional prospek dalam fase sebelumnya, anda bisa memunculkan kebutuhan dalam diri prospek dengan cara memperbesar rasa sakit dan memaksanya untuk mengambil tindakan, setelah itu barulah anda tawarkan solusi yang bisa membebaskannya dari rasa sakit dengan memberikan presentasi tentang produk yang akan anda tawarkan.

5.  Memberikan presentasi

Sesudah anda memunculkan dan membuat prospek sadar dengan kebutuhannya, sekarang saatnya anda memberikan presentasi tentang produk anda.

Dengan berbekal pengetahuan tentang cara kerja otak dan karakteristik Otak Reptil, maka anda bisa menyusun sebuah presentasi yang efektif dan persuasif.

Ketika memberikan presentasi, anda bisa menggunakan metoda hipnotis percakapan untuk menyampaikan pesan anda secara langsung ke otak reptil prospek dan dengan demikian mempengaruhi pengambilan keputusan yang terjadi disana.

Anda juga bisa mengaktifkan Hot Button yang anda sudah kondisikan dalam diri prospek dalam fase sebelumnya, tujuannya untuk memunculkan dan mengasosiasikan emosi positif prospek dengan produk dan solusi yang anda tawarkan, atau untuk memunculkan dan menghubungkan emosi negatif prospek dengan masalah dan dampak yang akan terjadi jika tidak membeli dari anda. Anda bahkan bisa mengasosiasikan emosi negatif prospek terhadap produk yang ditawarkan kompetitor.

Bagaimana  caranya mengkondisikan Hot Button untuk memunculkan emosi positif dan emosi negatif? Anda bisa membaca detilnya dalam buku Turbo NeuroSelling yang sudah diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Salam turbo,

[Turbo NeuroSelling] 9 Langkah Dalam Turbo NeuroSelling (1)

Posted by: Awie  /  Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Table of contents for 9 Langkah TNS

  1. [Turbo NeuroSelling] 9 Langkah Dalam Turbo NeuroSelling (1)
  2. [Turbo NeuroSelling] 9 Langkah Dalam Turbo NeuroSelling (2)
  3. Turbo NeuroSelling] 9 Langkah Dalam Turbo NeuroSelling (3)

Di artikel sebelumnya anda sudah mengetahui stimulus apa saja yang bisa mengakses secara langsung ke otak reptil customer dan hipnotis itu cocok digunakan untuk itu. Bagaimana caranya?

Dengan berbekal pengetahuan tentang cara kerja otak, NLP, Hipnotis, dan pengalaman yang bertahun tahun sebagai seorang sales manager, trainer, coach dan hipnoterapis, saya mengembangkan strategi NeuroSelling yang sistematis untuk selling yang saya bagi menjadi 9 fase atau langkah.

Strategi Turbo NeuroSelling™

9 Fase atau langkah dalam Turbo NeuroSelling™ itu adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan Persiapan.
  2. Mengontrol Kondisi Emosional sendiri.
  3. Melakukan Pendekatan dan icebrekaing.
  4. Mengontrol Kondisi Emosional Prospek.
  5. Memunculkan Kebutuhan / Needs.
  6. Memberikan Presentasi.
  7. Mengatasi Keberatan / Handling Objections.
  8. Melakukan Closing.
  9. Melakukan Evaluasi.

Meskipun terdiri dari 9 langkah, langkah langkah diatas bisa digunakan secara keseluruhan dan secara berurutan dari awal sampai akhir, atau bisa juga hanya langkah atau fase tertentu saja sesuai dengan kebutuhan.

1. Melakukan persiapan.

Benjamin Franklin pernah mengatakan “By failing to prepare, you are preparing to fail” artinya “Jika anda gagal untuk melakukan persiapan, maka anda sedang mempersiapkan kegagalan”.

Demikian pula dalam Selling, membiasakan diri anda untuk melakukan persiapan yang baik sebelum memulai sebuah pendekatan selling itu sangat penting dan bisa meningkatkan closing anda.

Melakukan Persiapan

Persiapan tersebut bisa berupa:

  • Menetapkan tujuan atau goal. Apa yang ingin anda dapatkan sebagai hasilnya?. Bagaimana anda bisa tahu bahwa anda sudah mencapai tujuan anda, apa kriteria atau syarat yang harus dipenuhi?. Minimal apa yang harus anda dapatkan?.
  • Mengumpulkan informasi tentang prospek yang bisa bermanfaat dan membantu anda dalam menyusun strategi, misalnya informasi tentang keluarga, hobi, pekerjaan, bisnis, prestasi dan hasil pencapaian prospek secara pribadi, dalam pekerjaan maupun secara sosial.
  • Menyususn strategi pendekatan berdasarkan informasi yang sudah anda kumpulkan, bagaimana cara memulai, apa yang harus lebih anda fokuskan dan lain lain.
  • Mengantisipasi masalah dan keberatan yang bakal muncul, berandai andai dan posisikan diri anda sebagai prospek, kira kira kendala apa atau keberatan apa yang anda miliki?
  • Menyiapakan plan B, seandainya strategi A anda tidak membuahkan hasil, strategi apa lago yang masih bisa anda gunakan? Atau bagaimana caranya supaya anda masih memiliki kesempatan untuk melakukan pendekatan lagi dan tidak “Game Over”.
  • Melakukan latihan mental dengan cara berimajinasi sedang berhadapan dengan prospek anda untuk melatih dan memantapkan strategi yang sudah anda siapkan.

2. Mengontrol Kondisi Emosional sendiri.

Ini adalah fase yang paling penting dalam sebuah proses selling, karena sepintar apapun seorang salesperson dalam menyusun strategi atau rencana, pintar melakukan presentasi, handling objections dan closing, semuanya tidak akan berarti dan salesperson yang bersangkutan tidak bisa lanjut ke sales cyle yang berikutnya kalau tidak mampu mengontrol dirinya sendiri secara emosional, tidak mampu memotivasi diri sendiri, tidak mampu mengatasi rasa malas dan kebiasaan menunda, dan terutama tidak mampu mengatasi emosi takut untuk bertemu dengan customer.

3. Melakukan pendekatan atau prospecting.

Sesudah seorang salesperson sudah mampu memotivasi diri sendiri dan mengatasi emosi takut bertemu dengan prospek, maka dia akan mulai melakukan pendekatan berdasarkan rencana dan strategi yang sudah dilakukan dalam fase “Melakukan Persiapan”.

Dalam fase ini seorang salesperson bisa menyesuaikan strateginya dengan salah satu stimulus yang bisa mengakses ke otak reptilnya secara langsung, yaitu ‘Kontras’.

Bagaimana cara menggunakan kontras ketika melakukan prospecting? Caranya adalah melakukan sesuatu yang lain daripada yang lain dan unik untuk menarik perhatian prospek.

Salah satu strategi yang bisa anda gunakan adalah dengan menggunakan permainan sulap. Permainan sulap sudah terbukti efektif sebagai ice breaking untuk mencairkan suasana kaku dan mendapatkan perhatian prospek.

Selain itu anda juga bisa menggunakan keterampilan sulap anda untuk personal branding, sehingga nantinya anda akan dikenal dikalangan customer atau prospek sebagai Salesperson yang pintar sulap.

Dalam workshop Turbo NeuroSelling™ biasanya saya juga ajarkan bagaimana caranya memberikan kartu nama dengan cara yang unik dan sukar dilupakan oleh prospek anda.

Anda juga bisa mengajarkan beberapa trik sulap atau memberikan alat sulap kepada prospek anda. Salah satu hukum persuasi menurut Robert Cialdini adalah “Reciprocacy”, yaitu ketika seseorang memberi anda sesuatu, maka akan muncul dorongan dalam diri anda untuk membalas pemberian orang tersebut, jadi dengan mengajarkan trik sulap dan memberikan alat sulap sederhana kepada prospek anda, anda sudah menanamkan hutang budi dan memunculkan dorongan untuk membalas ‘kebaikan’ anda pada level bawah sadar propsek yang nantinya bisa anda gunakan untuk meminta waktu dan perhatiannya.

Setelah mendapatkan perhatian prospek dengan sulap, anda bisa lanjut dengan small talk atau pembuka percakapan yang ringan, yang kemudian bisa dilanjutkan ke deep talk, yaitu percakapan yang lebih dalam dan lebih pribadi.

Apa tips dan latihan bagaimana caranya  memulai sebuah small talk sampai ke deep talk? Nantikan lanjutanya di artikel mendatang.

Salam turbo,

[Turbo NeuroSelling] 6 Stimulus Otak Reptil (Bag 3)

Posted by: Awie  /  Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Di artikel sebelumnya sudah saya bahas 4 dari 6 stimulus yang bisa mengakses secara langsung ke Otak Reptil. Dan anda juga sudah tahu bahwa dengan  menyesuaikan pendekatan dan pesan pada 6 stimulus ini anda bisa mempengaruhi proses pengambilan keputusan prospek yang terjadi di Otak Reptilnya. Dalam artikel ini akan saya bahas stimulus stimulus lainnya.

Sekedar untuk mengulang, 6 stimulus tersebut adalah:

  1. Stimulus yang fokus pada diri individu yang bersangkutan.
  2. Stimulus yang mengandung kontras.
  3. Stimulus yang bersifat konkret, nyata dan bisa diterima secara langsung oleh panca indera (sensory based).
  4. Stimulus yang merupakan awal dan akhir sebuah proses.
  5. Stimulus yang bersifat visual.
  6. Stimulus yang bersifat emosional.

Stimulus yang bersifatVisual.

Kalau diperhatikan secara anatomi, jalur neuron visual ke visual cortex di otak lebih dekat dan lebih tebal daripada jalur neuron auditori ke auditory cortex, sehingga informasi gambar akan lebih cepat mencapai visual cortex dibandingkan dengan informasi dalam bentuk suara yang bahasanya harus diterjemahkan terlebih dahulu di neokorteks.

Jadi supaya bisa mengambil keputusan dengan cepat, maka Otak Reptil mengandalkan jalur neuron visual yang lebih cepat daripada jalur neuron lainnya. Lagipula bahasa manusia dikembangkan sejak 40.000 tahun yang lalu, sedangkan Otak Reptil sudah terbentuk jauh sebelumnya, yaitu kira kira 450 juta tahun yang lalu, sehingga jalur visual merupakan jalur utama yang sudah lama digunakan dalam mengenali sebuah bahaya.

Jalur Visual & Jalur Auditory ke Otak.

Untuk memberi contoh kita akan  melakukan sebuah eksperimen sederhana, sekarang jawablah pertanyaan berikut ini, berapa jumlah jendela yang ada dalam rumah anda?

Untuk menjawabnya, anda harus membayangkan ruang tamu, menghitung jendela, kemudian membayangkan dapur lalu menghitung jendela dan seterusnya bukan?

Atau ketika anda sedang berjalan ditaman, tiba tiba didepan anda muncul seekor ular? Apakah anda berpikir dahulu “didepan ada ular” atau anda langsung bereaksi menghindar atau mundur? Kenapa? Karena Otak Reptil anda anda hanya butuh 0,002 detik dan  neokorteks butuh 0,5 detik untuk mengenalinya sebagai ular, jika anda menggunakan jalur auditori, anda butuh waktu yang lebih lama lagi.

Itulah juga sebabnya kenapa bahasa tubuh memiliki 55 % pengaruh terhadap arti dalam sebuah komunikasi, sedangkan cara pengucapan hanya 38 % dan kata kata yang digunakan hanya memberi kontribusi sebesar 7 % saja.

Berdasarkan  pengetahuan diatas, gunakanlah bahasa tubuh yang banyak ketika memberikan presentasi, terutama ketika anda harus menjelaskan kata kata bersifat abstrak yang tidak bisa anda hindari seperti efisiensi naik, cost yang rendah, peningkatan kinerja dan lain lain. Selain itu anda bisa menggunakan alat bantu visual seperti contoh produk, model dalam bentuk mini dan gambar ilustrasi.

Meskipun dalam ilmu berkomunikasi sering dibahas kecenderungan seseorang secara visual, audiori atau  kinestetik, selalu menggunakan unsur visual yang banyak tetaplah penting.

Stimulus yang mengandung muatan emosional.

Emosi memicu reaksi eletrokimia dalam otak, dan reaksi ini mempengaruhi bagaimana kita memproses dan  mengingat informasi. Hormon yang diproduksi akan mempengaruihi sambungan sypnapse antara neuron, membuat koneksinya menjadi lebih cepat dan lebih kuat.

Jadi manusia lebih mudah mengingat peristiwa yang dialaminya jika mengandung muatan emosi yang kuat.

Kondisi Emosional

Oleh karena itu, menggunakan kata kata yang bermuatan emosional dalam presentasi atau menghubungkan produk anda dengan kondisi emosional tertentu dalam diri prospek akan membuat prospek lebih mudah mengingat tentang solusi yang anda tawarkan.

Karena seandainya prospek tidak bisa mengingat pesan dari anda tentang sebuah produk, bagaimana mungkin mereka bisa memutuskan untuk membeli dari anda?

Untuk menunujukkan bahwa emosi  bisa mempermudah kita dalam mengingat, marilah kita melakukan sebuah eksperimen.

Cobalah hafal kata kata berikut ini dengan sekali baca saja, OK?

Kata kata yang mau dihafal adalah:

Pohon, Meja, Mobil, Telefon, Rumah, Tas, Dompet, Kalender, Tangan, Ember, Mangga.

Bagi anda yang belum terbiasa akan mengalami kesulitan untuk menghafal semuanya bukan?

Sekarang cobalah  menghafal kata kata tersebut sekali lagi dengan asosiasikan emosi lucu di antara kata kata tersebut, caranya adalah:

  1. Asosiasikan sesuatu yang lucu antara pohon dan meja, anda boleh berimajinasi sedang menulis diatas pohon dan bukan diatas meja.
  2. Asosiasikan sesuatu yang lucu antara meja dan mobil, anda bisa berimajinasi sedang membawa sebuah mobil yang bentuknya lucu seperti sebuah meja.
  3. Asosiasikan sesuatu  yang lucu antara mobil dan telefon, yaitu berimajinasi anda  berubah menjadi kecil dan tinggal di dalam sebuah telefon.
  4. Gunakan teknik asosiasi dengan cara diatas untuk semua kata kata yang harus dihafal, sesudahnya anda bisa mengingat semua kata kata dengan  mudah, bahkan  kata kata tersebut juga anda ingat dalam urutan yang terbalik!.

Dengan teknik melakukan asosisasi ini anda bisa menghafal sebuah daftar yang berisi 100 kata dengan mudah dan hanya dengan sekali baca saja.

Jadi, gunakan kata kata yang mampu memunculkan kondisi emosial tertentu dalam presentasi anda untuk membantu supaya prospek lebih mudah mengingat.

Anda juga bisa asosiasikan emosi positif dengan produk dan asosiasikan emosi negatif dengan produk saingan atau dengan  masalah yang sedang dihadapi dan dengan demikian memotivasi prospek anda untuk lebih mau menerima solusi yang anda tawarkan.

Selain itu mampu mengontrol kondisi emosional prospek untuk digunakan setiap saat ketika dibutuhkan atau disaat anda memberi presentasi bisa memberi anda banyak keunggulan daripada kompetitor anda.

Strategi NeuroSelling

Bagaimana cara memanfaatkan 6 stimulus untuk meningkatkan penjualan anda? Di artikel berikutnya saya akan sharing strategi yang dikembangkan dari disiplin ilmu Komunikasi, NLP dan Hipnotis Percakapan.

Aktifitas Otak Dalam Kondisi Terhipnotis

Kenapa menggunakan Hipnotis? Karena ketika aktifitas otak orang yang berada dalam kondisi terhipnotis dianalisa dengan fMRI, diketahui bahwa dalam kondisi terhipnotis, bagian Neokorteks Sebelah Kanan, Otak Tengah dan Otak Reptil menjadi lebih aktif, sehingga bisa disimpulkan, salah satu cara untuk mengakses secara langsung ke otak tengah dan Otak Reptil adalah dengan menggunakan metoda hipnotis.

Teknik hipnotis percakapan apa saja yang saya gunakan dalam Turbo NeuroSelling?  Akan saya sharing di artikel mendatang.

Salam turbo,

Awie Suwandi

[Turbo NeuroSelling] 6 Stimulus Otak Reptil (Bag 2)

Posted by: Awie  /  Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Di artikel sebelumnya sudah saya bahas 2 dari 6 stimulus yang bisa mengakses secara langsung ke Otak Reptil. Dan anda juga sudah tahu bahwa dengan menyesuaikan pendekatan dan pesan pada 6 stimulus ini anda bisa mempengaruhi proses pengambilan keputusan prospek yang terjadi di Otak Reptilnya.

Dalam artikel ini akan saya bahas stimulus stimulus lainnya.

Sekedar untuk mengulang, 6 stimulus tersebut adalah:

  1. Stimulus yang fokus pada diri individu yang bersangkutan.
  2. Stimulus yang mengandung kontras.
  3. Stimulus yang bersifat konkret, nyata dan bisa diterima secara langsung oleh panca indera (sensory based).
  4. Stimulus yang merupakan awal dan akhir sebuah proses.
  5. Stimulus yang bersifat visual.
  6. Stimulus yang bersifat emosional.

Stimulus dengan informasi yang bersifat konkret, nyata dan bisa diterima secara langsung oleh panca indera.

Supaya bisa memutuskan dengan cepat, Otak Reptil membutuhkan informasi yang sederhana, nyata dan yang diterima secara langsung oleh panca indera (bisa dilihat, didengar, dirasakan, dicium dan dicicipi), hal hal yang bersifat abstrak tidak bisa akan diproses oleh Otak Reptil, seperti kata kata abstrak ‘pendekatan yang terintergrasi’, ‘solusi fleksibel’ dan lain lain.

Untuk membuktikannya, kita akan melakukan sebuah eksperimen yang sederhana, sesudah anda membaca tiap kalimat dibawah ini, tutuplah mata anda dan lakukan imajinasi, bisa dalam bentuk gambar, suara ataupun perasaan, OK?

Dan sekarang…

Imajinasikan sebuah piano…

Imajinasikan sebuah pantai…

Imajinasikan seekor kodok…

(Mudah bukan?)

Dan sekarang…

Imajinasikan efisiensi sistem…

Imajinasikan motivasi kerja…

Imajinasikan profit perusahaan…

(kali ini susah bukan? Anda bahkan harus menggunakan contoh atau analogi untuk bisa melakukan imajinasi)

Demikian pula angka dan statsitik adalah sesuatu yang abstrak dan hanya bisa diproses oleh neokorteks, oleh karena itu angka dan statistik hanya efektif dipakai sebagai pendukung saja atau pembenaran prospek atas keputusan yang sudah mereka ambil.

Oleh karena itu, gunakanlah kata kata sederhana, sensory based dan kurangi kata kata abstrak dalam presentasi anda.

Stimulus yang merupakan awal dan akhir dari sebuah proses.

Berat otak manusia itu sekitar 2% dari berat badannya, tapi mengkonsumi 20% dari pasokan oksigen dan energi tubuh, hal ini membuat menjadikan otak sebagai organ yang paling boros energi.

Untuk mengatasi konsumsi energi yang sangat besar ini otak membatasi kerjanya dengan hanya fokus pada hal hal penting saja, yaitu hal hal yang berhubungan dengan tugasnya untuk mendeteksi bahaya. Caranya yaitu hanya memperhatikan perubahan atau kontras yang terjadi dilingkungan sekitarnya.

Ketika seseorang berada dalam sebuah lingkungan atau kondisi baru, maka otaknya akan berada dalam kondisi siaga sambil mendeteksi kemungkinan bahaya yang mengancam, dan sesudah beberapa saat kemudian, jika tidak ada perubahan kondisi atau tidak ada bahaya yang mengancam, maka otak akan menghemat energi dengan menurunkan tingkat kewaspadaannya sampai terjadi perubahan kondisi yang baru lagi.

Jadi otak hanya fokus pada awal dan akhir dari sebuah proses saja dan kerjanya mirip dengan program hemat energi dari sebuah komputer jinjing, jika sesudah 5 menit tidak digunakan, maka layar komputer akan padam, dan kalau sesudah 5 menit masih tidak ada aktifitas maka harddisk akan padam dan komputer akan masuk kedalam modus hibernasi.

Untuk memperlihatkan efek ini anda bisa membaca kalimat dibawah ini:

Mneruut peenliitan praa alhi, msekpiun huurf daalm sbeuah ktaa di aack, ktaa tresbeut maish bsia di bcaa dnegan mduah, asaalkn psoisi huurf pretmaa dan treakihr tiadk di uabh uabh kaerna keecndreugnan oatk ynag leibh fkous pdaa aawl dna ahkir drai seubah presos.

Jadi konsentrasi dan perhatian prospek adalah yang terbesar diawal dan diakhir presentasi. Banyak Salesperson yang melakukan kesalahan dan mengawali presentasi mereka dengan memberikan informasi tentang perusahaan yang mereka wakili disaat tingkat konsentrasi prospek sedang tinggi, padahal informasi tersebut tidak menarik bagi otak reptil sebagai pengambil keputusan, dan membahas tentang manfaat dari solusi yang ditawarkan ditengah presentasi, yaitu disaat konsentrasi prospek sudah menurun.

Supaya presentasi produk anda bisa memberikan dampak yang lebih efektif, maka dianjurkan untuk memulai presentasi anda dengan sesuatu yang menarik perhatian prospek berupa pertanyaan yang mem provokasi, sebuah cerita yang bersifat emosional atau masalah yang sedang dihadapi prospek, kemudian berikan gambaran umum tentang apa yang akan dibahas dalam bentuk poin poin penting seperti manfaat apa yang bisa dididapat oleh prospek anda di awal presentasi dan meringkasnya kembali untuk closing di akhir presentasi, yaitu disaat perhatian dan konsentrasi prospek masih tinggi.

Sementara informasi tentang perusahaan anda yang tidak menarik bagi otak reptil bisa anda sisipkan ditengah presentasi, karena efeknya hanya bersifat sebagai fakta pendukung dan nantinya untuk dijadikan pembenaran atas keputusan yang sudah diambil.

Anda juga bisa menggunakan efek Zeigarnik untuk membuat prospek menjadi penasaran dengan memberikan pertanyaan yang bisa memunculkan rasa ingin tahu prospek dan yang hanya akan anda jawab diakhir presentasi, sehingga rasa ingin tahu yang muncul akan mengurangi penurunan tingkat konsentrasi prospek selama presentasi.

Bagaimana dengan 2 stimulus otak lainnya?  Akan saya bahas di artikel mendatang.

salam turbo,

Awie Suwandi